Thursday, January 17, 2013

Metodologi Penelitian Bab. 1

BAB. 1 PERSPEKTIF METODE PENELITIAN KUANTITATIF DAN KUALITATIF
A.      Pengertian Metode Penelitian
Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah (rasional, empiris dan sistematis) untuk mendapatkan data (valid dapat diuji melalui pengujian reliabilitas(derajad konsistensi/keajegan data dalam interval waktu tertentu) dan obyektivas(interpersonal agreement/kesepakatan antar banyak orang)) dengan tujuan (penemuan, pembuktian dan pengembangan) dan kegunaan (memahami, memecahkan dan mengantisipasi masalah) tertentu.

B.      Jenis-jenis Penelitian
Berdasarkan tujuan penelitian : penelitian dasar, penelitian pengembangan (R&D), dan penelitian terapan
Berdasarkan tingkat kealamiahan tempat penelitian : penelitian eksperimen, penelitian survey dan penelitian naturalistic
Berdasarkan jenis-jenis penelitian tersebut, maka dapat dikemukakan bahwa, yang termasuk dalam metode kuantitatif : penelitian eksperimen dan survey sedangkan metode kualitatif : metode naturalistic. Penelitian untuk basic research : metode ekspertimen dan kulaitatif, applied research : eksperimen dan survey, dan R&D : survey, kualitatif dan eksperimen.

C.      Pengertian Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif
Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat psitivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analaisis data bersifat kuantitatif/ statistic, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.
Metode penelitian kualitatif  adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpsitivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah, (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti sebagai instrument kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara trigulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif/ kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi.

D.      Perbedaan Penelitian Kualitatif dan Kuantitaif
Meliputi tiga hal, yaitu perbedaan tentan aksioma, proses penelitian dan karakteristik penelitian.
1.       Perbedaan Aksioma
Aksioma adalah pandangan dasar.

Aksioma Dasar
Metode Kuantitatif
Metode Kualitatif
Sifat realitas
Dapat diklasifikasikan, konkrit, teramati, terukur
Ganda, holistic, dinamis, hasil konstruksi dan pemahaman
Hubungan Peneliti dengan yang diteliti
Independen, supaya terbangun obyektivitas
Interaktif dengan sumber data supaya memperoleh makna
Hubungan variable
Sebab – akibat (kausal)
Timbal balik/ interaktif
Kemungkinan generalisasi
Cenderung membuat generalisasi
Transferability (hanya mengkin dalam ikatan konteks dan waktu)
Peranan nilai
Cenderung bebas nilai
Terikat nilai-nilai yang dibawa peneliti dan sumber data

2.       Karakteristik Penelitian
a.       Dilakukan pada kondisi yang alamiah dengan sumber data yang langsung dan peneliti merupakan instrument inti.
b.      Penelitian kualitatif lebih bersifat deskriptif. Datanya berbentuk kata-kata atau gambar, sehingga tidak menekankan pada angka.
c.       Penelitian kualitatif lebih menekankan pada proses daripada produk atau outcome.
d.      Penelitian kualitatif melakukan analisis data secara induktif
e.      Penelitian kualitatif lebih menekankan makna
No.
Karakteristik
Metode Kuantitaif
Metode Kualitatif
1.
Desain
a.       Spesifik, jelas, rinci
b.      Ditentukan secara mantap sejak awal
c.       Menjadi pegangan langkah demi langkah
a.       Umum
b.      Fleksibel
c.       Berkembang, dan muncul dalam proses penelitian

2.
Tujuan
a.       Menunjukkan hubungan antar variable
b.      Menguji teori
c.       Mencari generalisasi yang mempunyai nilai prediktif
a.       Menemukan pola hubungan yang bersifat interaktif
b.      Menemukan teori
c.       Menggambarkan realitas yang kompleks
d.      Memperoleh pemahaman makna
3.
Teknik pengumpulan Data
a.       Kuesioner
b.      Observasi dan wawancara terstruktur
a.       Participant observarion
b.      In depth interview
c.       Dokumentasi
d.      Trigulasi
4.
Instrumen Penelitian
a.       Test, angket, wawancara terstruktur
b.      Instrumen yang telah terstandar
a.       Peneliti sebagai instrument (human instrument)
b.      Buku catatan, tape recorder, camera, handycam dll
5.
Data
a.       Kuantitatif
b.      Hasil pengukuran variable yang dioprasionalkan dengan menggunkan instrumen
a.       Deskriptif kualitatif
b.      Dokumen pribadi, catatan lapangan, ucapan dan tindakan responden, dokumen dll
6.
Sampel
a.       Besar
b.      Respresentif
c.       Sedapat mungkin random
d.      Ditentukan sejak awal
a.       Kecil
b.      Tidak respresentif
c.       Purposive, snowball
d.      Berkembang selama proses penelitian
7.
Analisis
a.       Setelah selesai pengumpulan data
b.      Deduktif
c.       Menggunakan statistic untuk menguji hipotesis
a.       Terus menerus sejak awal sampai akhir penelitian
b.      Induktif
c.       Mencari pola, model, tema, teori
8.
Hubungan dengan Responden
a.       Dibuat berjarak, bahkan sering tanpa kontak subaya obyektif
b.      Kedudukan peneliti lebih tinggi dari responden
c.       Jangka pendek sampai hipotesis dapat dibuktikan
a.       Empati, akrab supaya memperoleh pemahaman yang mendalam
b.      Kedudukan sama bahkan sebagai guru, konsultan
c.       Jangka lama, sampai datanya jenuh, dapat ditemukan hipotesis atau teori
9.
Usulan Desain
a.       Luas dan rinci
b.      Literature yang berhubungan dengan masalah, dan variable yang diteliti
c.       Prosedur yang spesifik dan rinci langkah-langkahnya
d.      Masalah dirumuskan dengan spesifik dan jelas
e.      Hipotesis dirumuskan dengan jelas
f.        Ditulis secara rinci dan jelas sebelum terjun kelapangan
a.       Singkat, umum bersifat sementara
b.      Literature yang digunakan bersifat sementara, tidak menjadi pegangan utama
c.       Prosedur bersifat umum
d.      Masalah bersifat sementara dan akan ditemukan setelah studi pendahuluan
e.      Tidak dirumuskan hipotesis, karena akan menemukan hipotesis
f.        Focus penelitian ditetapkan setelah diperoleh data awal dari lapangan
10.
Kapan penelitian dianggap selesai?
Setalah semua kegitan yang direncanakan dapat diselesaikan
Setelah tidak ada data yang dianggap baru/jenuh
11.
Kepercayaan terhadap hasil penelitian
Pengujian validitas dan reliabilitas instrument
Pengujian kredibilitas, depenabilitas, proses dan hasil penelitian

3.       Proses Penelitian
Perbedaan antara metode penelitian kulaitatif dan kuntitatif juga dapat dilihat dari proses penelitian. proses dalam metode penelitian kuantitatif bersifat linier dan kualitatif bersifat sirkuler.

E.       Kapan Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif digunakan
1.       Penggunaan Metode Kuantitatif :
a.       Bila masalah yang merupakan titik tolak penelitian sudah jelas.
b.      Bila peneliti ingin mendapatkan informasi yang luas dari suatu populasi
c.       Bila ingin diketahui pengaruh perlakuan/treatment tertentu terhadap yang lain.
d.      Bila peneliti bermaksud menguji hipotesis penelitian
e.      Bila peneliti ingin mendapatkan data yang akurat, berdasarkan fenomena empiris dan dapat diukur.
f.        Bila ingin menguji terhadap adanya keragu-raguan tentang pengetahuan, teori dan prodik tertentu.
2.       Penggunaan Metode Kualitatif :
a.       Bila masalah penelitian belum jelas.
b.      Untuk memahami makna di balik data yang Nampak
c.       Untuk memahami interaksi social.
d.      Memahami perasaan orang
e.      Untuk mengembangkan teori
f.        Untuk memastikan kebenaran data.
g.       Meneliti sejarah perkembangan.

F.       Jangka Waktu Penelitian Kualitatif
Pada umumnya jangka waktu penelitian kualitatif cukup lama, karena tujuan penelitian kualitatif adalah bersifat penemuan. Tidak hanya sekedar pembuktian hipotesis seperti dalam penelitian kuantitatif. Lamanya penelitian akan tergantung padakeberadaan sumber data, interest, dan tujuan penelitian. selain itu juga akan tergantung cakupan penelitian, dan bagaimana peneliti mengatur waktu yang digunakan dalam setiap hari atau setiap minggu.

G.     Apakah Metode Kuantitatif dan Kualitatif dapat digabungkan
Karena paradigm ke dua metode itu berbeda, maka akan sangat sulit untuk menggabungkan metode tersebut yang digunakan dalam satu proses penelitian yang bersamaan. Dalam hal ini Thomas D. Cook dan Charles Reichardt, (1978) menyatakan “To the conclusion that qualitative and quantitative methods themselves can never be used together. Since the mthods are linked to different paradigms and since one must choose between mutually methods exclusive and antagonistic world views, one must also choose between the methods type”.  (metode kuantitatif dan kualitatif tidak akan pernah dipakai bersama-sama, karena kedua metode tersebut memiliki paradigm yang berbeda dan perbedaannya bersifat mutually exclusive, sehingga dalam penelitian hanya dapat memilih salah satu metode).

Namun kedua metode tersebut dapat digunakan bersama-sama atau digabungkan, tetapi dengan catatan sebagai berikut :
1.       Dapat digunakan bersama untuk meneliti pada obyek yang sama, tetapi tujuan berbeda.
2.       Digunakan secara bergantian.
3.       Metode penelitian tidak dapat digabungkan karena paradigmanya yang berbeda, tetapi dalam penelitian kuantitaif dapat menggabungkan penggunaan teknik pengumpulan data (bukan metodenya).
4.       Dapat menggunakan metode tersebut secara bersamaan, asal kedua metode tersebut telah difahami dengan jelas, dan seseorang telah berpengalaman luas dalam melakukan penelitian.

H.      Kompetensi Peneliti Kuantitatif dan Kualitatif
1.       Kompetensi peneliti kuantitatif
a.       Memiliki wawasan yang luas dan mendalam tentang bidang yang akan diteliti
b.      Mampu melakukan analisis masalah secara akurat, sehingga dapat ditemukan masalah penelitian yang betul-betul masalah
c.       Mampu menggunakan teori yang tepat sehingga dapat digunakan untuk memperjelas masalah yang diteliti, dan merumuskan hipotesis penelitian
d.      Memahami berbagai jenis metode penelitian kuantitaif, seperti metode survey, eksperimen, expost facto, evaluasi dan sejenisnya
e.      Memahami teknik-teknik sampling
f.        Mampu menyususn instrument
g.       Mampu mengumpulkan data
h.      Bila pengumpulan data dilakukan oleh tim, maka harus mampu mengorganisasikan tim peneliti dengan baik
i.         Mampu menyajikan data, menganalissi data
j.        Mampu memberikan interpretasi terhadap data hasil penelitianmaupun hasil pengujian hipotesis
k.       Mampu membuat laporan secara sistematis , dan menyampaikannya
l.         Mampu membuat abstraksi hasil penelitian, dan membuat artikel untuk dimuat ke dalam jurnal ilmiah

2.       Kompetensi peneliti kualitatif
a.       Memiliki wawasan yang luas dan mendalam tentang bidang yang akan diteliti
b.      Mampu menciptkan rapport kepada setiap orang yang ada pada konteks social yang akan diteliti
c.       Memiliki kepekaan untuk melihat setiap gejala yanga da pada obyek penelitian
d.      Mampu menggali sumber data dengan observasi partisipan, dan wawancara mendalam secara trigulasi, serta sumber-sumber lain
e.      Mampu menganaliss data kualitatif secara induktif berkesinambungan mulai dari analisis deskriptif, domain, komponensial, dan tema kultural/ budaya
f.        Mampu menguji kredibilitas, dependabilitas, konfirmabilitas dan transferabilitas hasil penelitian
g.       Mampu menghasilakan temuan pengetahuan, hipotesis atau ilmu baru
h.      Mampu membuat laporan secara sistematis, jelas, lengkap dan rinci.

No comments:

Post a Comment