aku, sudah habis harapan untuk rasa seperti ini..
tapi hati ini terus saja mengingat dirimu..
aku, menatap genangan perasaan yang tercecer..
tapi rasa ini masih ku simpan..
aku, hanya bisa
Monday, March 19, 2012
Tuesday, March 13, 2012
'Mereka yang Menusukku...'
inikah yang ada di dalam pikiran mereka?
hal apakah yang mereka tak ingin aku ketahui?
mereka katakan ini untuk menghormati ku,
mereka katakan ini untuk kebaikan ku,
mereka katakan 'maaf' setelah semuanya terjadi,
mereka katakan ini bukan salah mereka,
hal apakah yang mereka tak ingin aku ketahui?
mereka katakan ini untuk menghormati ku,
mereka katakan ini untuk kebaikan ku,
mereka katakan 'maaf' setelah semuanya terjadi,
mereka katakan ini bukan salah mereka,
Thursday, March 8, 2012
Malam
hembusan lembut angin masih membelai pelan malam yang sedikit membisu..
angin dingin yang pelan-pelan memasuki tulang mulai menyebar untuk memeluk tubuh ini..
mengambil napas pelan untuk kembali memeluk tubuh dengan kehangatannya..
meringkuk di bawah selimut untuk mengumpulkan jiwa yang membeku..
selamat tidur kawan..
angin dingin yang pelan-pelan memasuki tulang mulai menyebar untuk memeluk tubuh ini..
mengambil napas pelan untuk kembali memeluk tubuh dengan kehangatannya..
meringkuk di bawah selimut untuk mengumpulkan jiwa yang membeku..
selamat tidur kawan..
Sunday, March 4, 2012
Aku Menulis...
aku menulis...
sesuatu yang yang kau ingin raih adalah impian mu,
sesuatu yang selalu kau benci adalah penyesalan mu dan beberapa hal di masa lalu,
sesuatu yang selalu membuat mu tersenyum adalah ketika kau merasakan suka cita di hati mu,
sesuatu yang selalu kau pedulikan adalah orang-orang yang kau cintai,
sesuatu yang selalu kau tau adalah keinginan mu,
sesuatu yang selalu kau buang adalah kenyataan hidup mu,
selalu melihat ke depan tapi sering menoleh ke belakang,
namun pernahkah kau melihat diriku??
aku tidak tahu...
Sunday, February 26, 2012
Yang 'Mereka' Katakan
'...mereka mengatakan, yang di dalam hidup ketika kehidupan jiwanya telah habis...'
ini adalah sebuah perjalanan antara jiwa mu dan hidup mu, jalan yang kau tapaki membuat jalurnya tersendiri. membuat mu ingin terus menorekan cerita tentang jiwa mu, semua tercapai hingga jiwa mu telah habis tapi keyakinan mu akan adanya jiwa yang kembali membuatmu bisa bangkit untuk berjalan lagi.
'...dan mereka katakan lagi, yang ada di hati ini hanyalah kehidupan Tuhan, hati Tuhan, perasaan Tuhan, yang akan selalu mencari Tuhan...'
ketika semuanya bisa terpecahkan, pilihan dalam hidupmu akan terus berlanjut. kemanakah langkah kaki ini akan menapak? kemanakah jalannya yang pernah terbagi menjadi puluhan pilihan yang membuatnya cemas untuk melangkah yang akhirnya ia tenggelam dalam kesendirian. terdiam dan hanya melangkah dengan hatinya meragu, kemana hatinya yang dulu sangat kuat? kemana perasaannya yang tidak kenal menyerah? kemana jiwanya yang telah bangkit untuk berjalan lagi? kembali ia menapaki jalannya kembali kepada Tuhan nya..
Friday, February 17, 2012
Dia
melirik nya ketika ia berdiri di sini, aku terdiam
menoleh menatap wajahnya yang penuh rasa ingin tahu, aku tetap terdiam
memutar tubuh ku untuk melihat sosoknya yang dipenuhi oleh rasa kesiapan, aku menghela nafas
melihatnya merentangkan sayapnya, aku takjub
menatap dengan dalam ke arah senyumannya, aku terpesona
menutup kedua mataku, aku berdoa
mendengar kepakan sayapnya, aku terbangun
melihatnya lagi,
menatapnya lagi dan lagi,
mendengar kepakan sayapnya sekali lagi,
tanpa mengedipkan mata aku merasakannya terbang,
ke tempat dimana impian itu menunggunya.
Thursday, February 16, 2012
Cerita Tentang Seorang Gadis
Wajahnya merah, membengkak, entah sudah berapa lama gadis itu terduduk di tempat itu sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Suara isak tangis terdengar mengalun lembut hampir tak terdengar, tangannya basah penuh dengan air mata, tubuhnya gemetar, bajunya terlihat terkoyak.
Angin menyapanya lembut dan bertanya 'apakah kau baik-baik saja sahabatku?' tapi sang gadis masih terus terisak tidak menjawab pertanyaan sang angin, ia melepaskan tangan kanan nya dari wajah nya, mencari sesuatu di dalam tas nya. Cermin, ia mengeluarkan cermin dari dalam tas nya, ia berkaca, melihat wajahnya yang merah, matanya yang besar masih mengeluarkan air mata, gadis itu menelan ludahnya, wajahnya berubah seakan ia melihat setumpuk sampah yang mengeluarkan bau tak sedap ketika ia melihat bayangan wajahnya dicermin. Gadis itu mengerutkan kening nya, menggigit bibirnya, cairan berwarna merah kental terlihat di bibirnya, ia masih bercermin.
Gadis itu melihat dirinya sekali lagi dan tersenyum miris, matanya terlihat lelah. Ia tertawa dan menangis, mengingat seorang lelaki yang menyelipkan tangannya dengan paksa kepada dirinya dan tanpa ada wajah penyesalan atau pun kasihan lelaki itu melemparkan uang ke wajahnya dan berkata 'jangan menatap ku dengan wajah seakan aku adalah pria jahat, bukankah kau sudah terbiasa dengan hal ini!' ucap nya sambil meludah dan meninggalkannya termakan gelapnya cahaya kota. Gadis itu menatap bulan yang tak terlihat, air matanya masih mengalir melewati pipi nya yang elok. Ia takjub akan dirinya sendiri bisa berjalan sampai di sini.
Cahaya lampu yang menyinari jalan sepi itu bertanya-tanya 'apakah gadis itu baik-baik saja?' ia selalu melihat sang gadis berjalan bersama seorang laki-laki yang berbeda setiap harinya, tapi hari ini gadis itu berjalan sambil menangis dan ia jatuh terduduk di dekat sang lampu dengan keadaan yang lebih menyedihkan, semua alam di sekeliling lingkungan tahu tentang kisah nya, kami sangat prihatin dengan keadaannya, sendiri, kesepian, terbuang, tak terlihat, tak bersuara. Semakin lama kami melihat semakin kami merasakan bahwa gadis itu semakin kehilangan jiwanya.
Tapi semua alam sadar bahwa gadis itu merindukan kasih sayang, merindukan pelukan, merindukan hati, merindukan perasaan, dan merindukan Mu Tuhan.
Monday, January 30, 2012
Cahaya
jalan ini meredam kerinduan, menyapa
sosok nya disinari cahaya matahari, silau
tangan ini menggapai,
meraih sosok nya, hilang
menatap lurus ke depan, fatamorgana
menghela napas dengan kepala menunduk
tersenyum dalam diam, kosong
menatap ke arah lebat nya dedaunan, rimbun
tapi masih terasa kosong
hati ini kosong, dingin
terduduk di bawah rindang nya pepohonan ini, terbayang
sinar matahari menyelip diantara dedaunan yang lebat
memberikan sedikit terangnya, terbangun
semburat-semburat tipis menghujani dingin nya bayangan dedaunan, hangat
mengikuti hangatnya, berjalan
melangkah menuju cahaya..
(28 Januari 2012)
sosok nya disinari cahaya matahari, silau
tangan ini menggapai,
meraih sosok nya, hilang
menatap lurus ke depan, fatamorgana
menghela napas dengan kepala menunduk
tersenyum dalam diam, kosong
menatap ke arah lebat nya dedaunan, rimbun
tapi masih terasa kosong
hati ini kosong, dingin
terduduk di bawah rindang nya pepohonan ini, terbayang
sinar matahari menyelip diantara dedaunan yang lebat
memberikan sedikit terangnya, terbangun
semburat-semburat tipis menghujani dingin nya bayangan dedaunan, hangat
mengikuti hangatnya, berjalan
melangkah menuju cahaya..
(28 Januari 2012)
Sunday, January 22, 2012
Hatiku
aku mencari jalan untuk mengetahui perasaan ini, aku mencoba melangkah dan terus melangkah saat itu, mencari di mana letak perasaan ini, aku masih melangkah sampai saat ini..
tertarik diriku akan suatu hal yang ada pada dirinya, melihatnya, menatapnya..
ku buka hatiku untuknya, ketika ku merasa dia lah tempat hatiku berada..
aku tersenyum pahit ketika aku merasa dia tidak merasakan yang sama..
aku tak tahu apa yang dirasakan olehnya untuk ku..
aku menarik perasaan ini..
menahan perasaan ini..
aku melangkah lagi, melangkah di tepi jalan yang ku tempuh, mulai mencari lagi hatinya yang ada di hatiku, perasaan ini masih tertinggal tertutupi cahaya mentari hingga tak terlihat..
tertarik diriku akan suatu hal yang ada pada dirinya, melihatnya, menatapnya..
ku buka hatiku untuknya, ketika ku merasa dia lah tempat hatiku berada..
aku tersenyum pahit ketika aku merasa dia tidak merasakan yang sama..
aku tak tahu apa yang dirasakan olehnya untuk ku..
aku menarik perasaan ini..
menahan perasaan ini..
aku melangkah lagi, melangkah di tepi jalan yang ku tempuh, mulai mencari lagi hatinya yang ada di hatiku, perasaan ini masih tertinggal tertutupi cahaya mentari hingga tak terlihat..
Tuesday, January 17, 2012
Langkah Ini
terlalu banyak hari yang aku habiskan hanya untuk duduk dengan telinga yang menangkap suara dan mata yang melihat dunia..
aku tak tau seberapa besar pengaruh itu membuat diriku hanya bisa duduk diam dan menerima..
aku ingin memberi..
aku ingin merasa hidup..
perasaan ku tidak pernah jelas, sepi..
sendiri..
walaupun ini terasa dingin aku masih merasa sendiri..
apa ini yang dinamakan orang dengan perasaan kesepian???
aku rasa banyak orang yang peduli pada ku, hanya saja hatiku merasa ada yang kosong..
aku ingin mencari agar hatiku menjadi penuh..
dan aku ingin tertawa lepas..
jalan ini jalan yang aku tempuh untuk menginjakkan langkah demi langkah ku untuk bertahan hidup dan menjadi seseorang..
berkahi aku Tuhan dengan jalan yang aku tapaki saat ini..
aku tak tau seberapa besar pengaruh itu membuat diriku hanya bisa duduk diam dan menerima..
aku ingin memberi..
aku ingin merasa hidup..
perasaan ku tidak pernah jelas, sepi..
sendiri..
walaupun ini terasa dingin aku masih merasa sendiri..
apa ini yang dinamakan orang dengan perasaan kesepian???
aku rasa banyak orang yang peduli pada ku, hanya saja hatiku merasa ada yang kosong..
aku ingin mencari agar hatiku menjadi penuh..
dan aku ingin tertawa lepas..
jalan ini jalan yang aku tempuh untuk menginjakkan langkah demi langkah ku untuk bertahan hidup dan menjadi seseorang..
berkahi aku Tuhan dengan jalan yang aku tapaki saat ini..
Subscribe to:
Posts (Atom)